Mengembangkan budaya antikorupsi dan menumbuhkan rasa malu menikmati hasil korupsi merupakan hulu yang penting dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Pendidikan antikorupsi harus diperluas untuk melahirkan generasi masa depan yang antikorupsi. Tetapi membangun sistem yang menutup peluang terjadinya tindak pidana korupsi juga merupakan kunci utama. Liputan6.com, Kutai Timur Dalam rangka memeriahkan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2023, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang menghadiri Jalan Santai dan Senam Bersama. Mengangkat tema Sinergi Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju, kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Polder Ilham Maulana, Sabtu (9/12) pagi. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan antikorupsi ini adalah membuat siswa mengenal lebih dini hal-hal yang berkenaan dengan korupsi sehingga tercipta generasi yang sadar dan memahami bahaya korupsi, bentuk-bentuk korupsi, dan mengerti sanksi yang akan diterima jika melakukan korupsi, serta menciptakan generasi muda bermoral baik Dan sebagai langkah preventif diberikan pendidikan anti korupsi kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemberi layanan. Dimana peran masyarakat sangat penting. Diharapkan melalui momen peringatan Hakordia setiap tahunnya, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dapat memberikan andil untuk berani menyatakan tidak atau menolak pada korupsi dan pidato anti korupsi tema :dengan memberantas korupsi menjadikan bangsa yang makmur oleh : pernando / kelas : xii ips a uFhZ.

pidato pendidikan anti korupsi